Tentang hujan dan Ibu Pertiwi
Hai, Bagaimana kabarmu Baik? Aku tau kau sedang terluka Aku mengerti hatimu sedang gundah Bagaimana tidak, Kulitmu terbakar, apa yang kau sayangi direnggut oleh mereka yang tak punya hati Kepulan asap kian melekat dan membuat kau sulit untuk bernafas Lalu kau menangis tanpa air mata karenanya hujan tak kunjung turun Lalu kau marah, Kau guncang sebagian tubuhmu yang lain Dan kau pun menangis dengan bercucuran air mata Membuat langit iba dan turunlah hujan Kau menangis karena kemarahanmu membuat manusia – manusia baik pupus Wahai ibu pertiwi, tenangkanlah hatimu Damaikalnlah jiwamu Sungguh kami sangat mencintaimu Sungguh doa kami siang dan malam untuk kesejahteraanmu Wahai manusia, bagaimana mungkin aku mampu untuk tenang Di saat negriku kemarau panjang dan kekeringan Tidak ada hujan yang mampu membuat tanahku tumbuh subur Aku kekeringan dari pemimpin yang membuatku hidup Ia lah hujan seungguhnya melebihi hujan dari...